Media sosial dan revolusi Industri 4.0
Seperti kita semua tau bahwa perkembangan dunia digital terutama sosial media, sedang berevolusi lumayan ekstrim terutama pada kecepatan dan kepandaian konsep digitalisasinya.
Pasti udah tau dong ya pada revolusi industri 4.0?, dimana nama tersebut diberikan sebagai trend otomatisasi dan pertukaran data yang cerdas dg meniru sistem kepandaian otak manusia namun lebih muat banyak dan lebih besar (otak manusia kan kapasitas nya terbatas). Terdapat 2 hal yang mempengaruhi revolusi industri 4.0 ini; yaitu Artifisial Intelligence AI dan big data (mega data)
(Supaya ngga kepanjangan nulisnya, boleh ya googling sendiri soal AI dan Big data ini? Hehe)
Revolusi industri 4.0 yang mempengaruhi media sosial ini bekerja secara real time, melalui alat yg bernama Internet of Thing (IoT) dalam alat modular yg pintar yang mentautkan semua data dg jumlahnya yg super besar (mega data) dan secara tepat mengolah dan menganalisis segera sesuai dg permintaan users. Tentu saja dengan super cepat.
Logikanya gini, kalo jaman saya kuliah dulu, komputerisasi musti dibikinin program dulu dg sistem kode binary ala turing
(alan turing, pernah nonton filmnya kan? Imitation games yg menciptakan komputer dan memecahkan kode enigma jerman?)!,
duluuuu saya kuliah, mata kuliahnya bernama digital math dan logika fortran IV (ketahuan Deh angkatannya 😔), nah indikator dan logicnya ;
Program statement
variable declarations (optional)
executable statements (if and then)
END statement
SUBROUTINE or FUNCTION modules (optional)
Bayangkan hal yang sama tapi jumlah indikatornya berkali kali lipat, dan datanya super banyak. Kecepatannya pun warbiyasak, serta system algorithma nya (seperti yg pernah saya upload minggu tgl 16 sept 2018 lalu.)
Inovasi industri 4.0 ini atau disingkat I4 berasal dari strategy pemerintah german dalam mempromosikan komputerisasi manufakturnya. Dipromosiin di hanover 2012. Dan sekarang sudah banyak yg mengaplikasikannya terutama pada dunia perbankan, media, manufaktur dan lainnya. Tak pelak lagi ini akan merubah behavior manusia dalam kesehariannya. Gimana ngga? Sudah banyak kota didunia yg ngga lagi pakai uang cash atau mata uang kertas. Semuanya e money. (Ini jadi ngomong apa sik?! Ngelebar kemana mana?)
Ok, balik ke media sosial, secara prinsip inovasi I4 ini memiliki 4 prinsip yg diaplikasikan di system social mediia (tentu aja 4 kan ya?!!😅) antara lain;
(1) Interoperabilitas: Kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan orang-orang untuk terhubung dan berkomunikasi satu sama lain melalui Internet of Things (IoT) atau Internet of People (IoP), dg tanpa batas pd implementasinya.
(2) Keterbukaan informasi: Kemampuan sistem informasi untuk membuat salinan virtual dunia fisik dengan memperkaya model pabrik digital dengan data sensor. Ini membutuhkan agregasi data sensor mentah ke informasi konteks bernilai lebih tinggi. / sangat besar.
(3) Bantuan teknis: Pertama, kemampuan sistem bantuan untuk mendukung manusia dengan mengumpulkan dan memvisualisasikan informasi secara komprehensif untuk membuat keputusan dan memecahkan masalah yang mendesak dengan pemberitahuan singkat. Kedua, kemampuan sistem fisik dunia maya untuk secara fisik mendukung manusia dengan melakukan berbagai tugas yang tidak menyenangkan, terlalu melelahkan, atau tidak aman bagi rekan kerja manusia mereka.
(4) Keputusan yang terdesentralisasi: Kemampuan sistem fisik dunia maya untuk mengambil keputusan sendiri dan melaksanakan tugas mereka se-otonom mungkin. Hanya dalam kasus pengecualian, interferensi, atau tujuan yang saling bertentangan, adalah tugas yang didelegasikan ke tingkat yang lebih tinggi.
Hebatnya lagi, karakteristik I4 ini dibikin customize dan fleksibel sesuai permintaan. Mislnya konfigurasi model tampilannya bisa disesuaikan dg diagnosis users, dan kognisi individual.
Cobak?, bakal segede apa tuh datanya jika kemudian masing2 individu pengguna dengan membawa indikator masing2 kemudian saling terhubung seperti jaring laba2 .
jadi mikir aja nih saya?, lama lama apa kita ngga tenggelam sendiri di dalam big data ini?. Entahlah?,
Ini juga belum memperhitungkan tingkat kesalahan, kalau dulu yg sering dihadapi dlm pemrograman digital namanya syntax error. Saya pribadi tetap saja masih takjub soal fleksibilitasnya?, gimana dg human error?, syntax error? Duh????. (Musti baca lagi, biar lebih dalam memahami)
Tapi sudahlah?, fokus tulisan ini adalah;
Bagaimana kita menghadapi teknologi media sosial dg kondisi pembaruan dan perubahan yang revolusioner.
Jika kita kemudian tau bahwa Artificial Intellegence ini sangat berpengaruh pada proses pemanfaatan media sosial, dan perubahan apa yg kita alami sebagai manusia penggunanya?;
berikut ini adalah artikel yg bisa di baca ;
https://www.smartdatacollective.com/future-social-media-depend-artificial-intelligence/
Sekilas saja?!, artikel ini menjelaskan bagaimana kita menghadapi era digital yg memang sudah ada diantara kita sekarang. Banyak mitos yg (biasa deh manusia suka gitu sih) berkembang? Kemudian biasanya jadi gentar menghadapi. Padahal pilihannya kaya kemarin saya bilang, ngga ngikutin lalu menjadi species yg kesepian renta dan teronggok sunyi di pojokan atau kita musti belajar dan mengikuti perkembangan?,
Lalu tantangan apa yg akan kita hadapi? ;
Sudah pasti jaman sekarang ini kita ndak bisa lepas dari media sosial, bahkan HRD sebuah perusahaan saja, akan ngecek siapa kita jika kita ngelamar kerjaan, ngga cuma berdasarkan cv yg kita berikan.
Demikian juga sebuah perusahaan, sudah hampir pasti mereka memanfaatkan media sosial untuk menjadi bagian dari profiling bahkan promoting produknya di media sosial. Jadi yang dibutuhkan adalah memanfaatkan media sosial dg sangat hati hati dan bijak.
Berikut adalah artikel yg bisa dipelajari dalam memanfaatkan kecerdasan buatan yg sedang mengemuka.
https://www.oktopost.cohttps://www.oktopost.com/blog/artificial-intelligence-in-social-media/m/blog/artificial-intelligence-in-social-media/
Take Advantage of Artificial Intelligence in Social Media
Tautan berikut inipun sekaligus membahas dampak dari AI di social media. Mudah mudahan data dan artikel ini membuat kita siap menghadapi setiap kondisi.
https://www.martechadvisor.com/articles/machine-learning-amp-ai/the-impact-of-artificial-intelligence-on-social-media/
Selamat membaca,
#selamat jumat,
#TGIF
#belajarmedsos
#jarisantun
Sebenarnya kemarin mau bahas soal Hoax di social media, namun di bahasan yang pertama (pada hasil research nya kantar media dan Reuters Institute sudah ada di dalamnya.)
No comments:
Post a Comment